MATERI

Sabtu, 12 Juni 2010

Bahan anti peluru alami("massad"- surat: al-lahab

Sebuah penemuan unik yang digali berdasarkan alqur’an. Lagi- lagi ini membuktikan betapa agungnya dan betapa luasnya ilmu yang ada pada alqur’an. Berbagai kajian keilmuan baik sains, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya diinformasikan secara jelas dalam al-qur’an, namun sayangnya, informasi itu hanya dapat dilihat oleh mata hati yang jernih dan tentunya atas hidayah dari yang maha kuasa.
Pada hari rabu, tanggal 31 Desember 2008 radar malang menginformasikan, eko marsyahyo, dosen ITN penemu bahan anti peluru dari serat rami (terinspirasi kata “masad” dari surat Al- Lahab). Beliau menceritakan pengalaman meneliti seatr rami tersebut, menurut dia inspirasi meneliti serat tersebut muncul pada tahun 2000 setelah dia membaca koran. Dikoran itu ada tulisan dipesantren darus salam arut jawa barat telah menanam rami untu bahan- bahan industri mobil, awalnya dia belum merasa tertarik.
Namun, tak sengaja saat dia membaca surat allahab ayat 5 yang berbunyi “ Fiijdiidiha hablum min masad” yang artinya didalam api yang pana itu –Abu Lahab- lehernya dikikat dengan tali dari serabut. Dari situlah rasa ingin mengetahui mulai muncul, apalagi dalam tafsir lain disebutkan bahwa kata masad tidak hanya terpacu pada serabut kelapa saja, namun semua serabut.
Dalam penelitianya, eko mengunakan serat pohon rami varietas pujon untuk bahan jaket anti peluru. Serat tersebut dibuat kain dengan komposisi tertentu setebal 2,5 cm. ada 3 jenis jaket yang dibuatnya yaitu jaket anti peluru level 1, level 2 dan level 4. Level 1 digunakan untuk senjata yang mempunyai kecepatan 200 M/ detik, biasanya berupa senjata timah panas, level 2 untuk peluru dengan kecepatan 328 M/ detik, senjata yang biasanya digunakan oleh polisi sedangkan levl 4 digunakan untuk senjata dengan kecepatan diatas 900 M/detik.
Hasil karnya telah diuji coba pada Litbang TNI AU bandung pada tahun 2007 yang dan litbang hankam pada tahun 2005, uji coba dilakukan pada jarak 5 meter, walaupun pada realita tidak pernah terjadi gencatan senjata dengan jarak sedemian dekat, umumnya gencatan senjata atau perang terjadi dalam jarak 50 meter atau 100 meter. Hasil penelitianya menunjukkan bahwa pada level 1 dan 2 peluru tdak dapat menembus namun pada level 4 peluruh masih belum dapat ditahan. Sehingga pada saat ini dia sedang meneliti lebih lanjut untuk bahan anti peluru pada level 4.
Sebenarnya apa yang kita butuhkan telah disediakan Allah berada disekitar kita, hanya saja kita harus pandai- pandai untuk menggalinya. Itulah keadilan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar yang kurang sopan akan dihapus dari blog ini!

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

message = "SUMBER ILMU PENGETAHUAN^" + scrollSpeed = 130 lineDelay = 0 // Do not change the text below // txt = "" function scrollText(pos) { if (message.charAt(pos) != '^') { txt = txt + message.charAt(pos) status = txt pauze = scrollSpeed } else { pauze = lineDelay txt = "" if (pos == message.length-1) pos = -1 } pos++ setTimeout("scrollText('"+pos+"')",pauze) } scrollText(0)